Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN REPRODUKSI PRIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN REPRODUKSI PRIA. Tampilkan semua postingan

1 . Kutil kelamin
img
Anda tak perlu melakukan hubungan seksual untuk dapat tertular kutil kelamin. Kontak dengan kulit yang terinfeksi sudah cukup untuk menyebarkan HPV (Human Papilloma Virus), keluarga virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin.

Tanda-tanda kutil kelamin antara lain kutil merah mudah atau daging yang menonjol, datar atau juga berbentuk seperti kembang kol. Namun beberapa kutil kelamin juga tidak menunjukkan gejala apa-apa


2. Gonorrhea (kencing nanah)
img
Gonorrhea sangat mudah menular dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan kemandulan (infertil) pada pria dan wanita. Antibiotik dapat menghentikan infeksi.

Gejala umum adalah rasa terbakar saat buang air kecil dan bau, tapi kadangkala juga tidak menampakkan gejala. Gejala pada pria biasanya penis mengeluarkan cairan dan bengkak pada testis. Sedangkan pada wanita, cairan pada vagina, nyeri panggul dan bercak-bercak.


3. Sifilis (raja singa)
img
Kebanyakan orang tidak mengetahui gejala awal sifilis. Padahal bila tidak ditangani dapat menyebabkan kecacatan, kebutaan bahkan kematian.

Gejalanya antara lain lesi bulat di kulit, tidak nyeri pada alat kelamin atau anus. Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan lesi. Kemudian mungkin ada ruam pada telapak kaki, telapak tangan atau bagian lain dari tubuh, serta pembengkakan kelenjar, demam, rambut rontok, atau kelelahan. Pada tahap akhir dapat menyebabkan kerusakan organ-organ seperti jantung, otak, hati, saraf dan mata.


4. Herpes Simplex Virus Type 1
img
Herpes Simplex Virus Type 1 (HSV-1) menyebar dengan mudah di antara anggota rumah atau melalui ciuman, juga dapat menyebar ke alat kelamin melalui kontak oral atau genital dengan orang yang terinfeksi.

Gejalanya antara lain lesi atau melepuh di sekitar bibir. Lecet kecil atau luka juga dapat terdapat di alat kelamin.


5. Herpes Simplex Virus Type 2
img
Sebagian besar herpes genital disebabkan oleh Herpes Simplex Virus Tipe 2(HSV-2), yang sangat mudah menular melalui hubungan seksual atau kontak langsung.

Gejalanya lesi berisi cairan yang menyakitkan, luka berkerak pada alat kelamin, anus, paha atau pantat. Dapat menyebar ke bibir melalui kontak mulut.


6. HIV-AIDS

img
Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) melemahkan pertahanan tubuh terhadap infeksi. HIV menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum atau yang lahir dari ibu yang terinfeksi. Ini bisa terjadi tanpa gejala selama bertahun-tahun, sehingga tes darah adalah cara terbaik untuk mendeteksi.

Infeksi awal HIV banyak tidak memiliki gejala, tetapi beberapa orang mendapatkan sementara gejala seperti flu 1 sampai 2 bulan setelah terinfeksi, kelenjar membengkak, demam, sakit kepala, dan kelelahan. Sariawan di mulut dapat terjadi juga.

Sel darah merah atau lebih dikenal sebagai eritrosit memiliki fungsi utama untuk mengangkut hemoglobin, dan seterusnya membawa oksigen dari paru-paru menuju jaringan. Jika hemoglobin ini bebas dalam plasma, kurang lebih 3 persennya bocor melalui membran kapiler masuk ke dalam ruang jaringan atau melalui membran glomerolus pada ginjal terus masuk dalam saringan glomerolus setiap kali darah melewati kapiler. Oleh karena itu, agar hemoglobin tetap berada dalam aliran darah, maka ia harus tetap berada dalam sel darah merah. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio, sel-sel darah merah primitif yang berinti diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester masa gestasi, hepar dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi eritrosit, walaupun terdapat juga eritrosit dalam jumlah cukup banyak dalam limpa dan limfonodus. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir, sel-sel darah merah hanya diproduksi sumsum tulang.
Pada sumsum tulang terdapat sel-sel yang disebut sel stem hemopoietik pluripoten, yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Sel pertama yang dapat dikenali dari rangkaian sel darah merah adalah proeritroblas. Kemudian setelah membelah beberapa kali, sel ini menjadi basofilik eritroblas pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Pada tahap selanjutnya hemoglobin menekan nukleus sehingga menjadi kecil, tetapi masih memiliki sedikit bahan basofilik, disebut retikulosit. Kemudian setelah bahan basofilik ini benar-benar hilang, maka terbentuklah eritrosit matur (Guyton&Hall Fisiologi Kedokteran Edisi 9:529).

Hemoglobin terdiri dari 4 rantai polpeptida globin yang berikatan secara non-kovalen, yang masing-masing mengandung sebuah grup heme (molekul yang mengandung Fe) dan sebuah “oxygen binding site”. Dua pasang rantai globin yg berbeda membtk struktur tetramerik dengan sebuah “heme moiety” di pusat (center). Molekul heme penting bagi RBC untuk menangkap O2 diparu-paru dan membawanya keseluruh tubuh. Protein Hb lengkap dapat membawa 4 molekul O2 sekaligus. O2 yang berikatan dengan Hb memberi warna darah merah cerah. Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pria normal 4,6-6,2 juta/mm3, pada perempuan 4,2-5,4 juta/mm3, pada anak-anak 4,5-5,1 juta/mm3. Dan konsentrasi hemoglobin pada pria normal 13-18 g/dL, pada perempuan 12-16 g/dL, pada anak-anak 11,2-16,5 g/dL (Kamus Kedokteran Dorland, edisi 29).

Dalam keadaan normal, sel darah merah atau eritrosit mempunyai waktu hidup 120 hari didalam sirkulasi darah, Jika menjadi tua, sel darah merah akan mudah sekali hancur atau robek sewaktu sel ini melalui kapiler terutama sewaktu melalui limpa. penghancuran sel darah merah bisa dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti :genetik, kelainan membran, glikolisis, enzim, dan hemoglobinopati, sedangkan faktot ekstrinsik : gangguan sistem imun, keracunan obat, infeksi seperti akibat plasmodium Jika suatu penyakit menghancurkan sel darah merah sebelum waktunya (hemolisis), sumsum tulang berusaha menggantinya dengan mempercepat pembentukan sel darah merah yang baru, sampai 10 kali kecepatan normal. Jika penghancuran sel darah merah melebihi pembentukannya, maka akan terjadi anemia hemolitik.
(Guyton&Hall Fisiologi Kedokteran Edisi 9 :61).
 
Fungsi utama eritrosit adalah untuk pertukaran gas yang membawa oksigen dari paru menuju ke jaringan tubuh dan membawa karbondioksida (CO) dari jaringan tubuh ke paru.
          Eritrosit tidak mempunyai inti sel tetapi mengandung beberapaorganel dalam sitoplasma. Sitoplasma dalam eritrosit berisi hemoglobin yang mengandung zat besi (Fe) sehingga dapat mengikat oksigen.
        Eritrosit berbentuk bikonkaf dan berdiameter 7-8 mikron. Bentuk bikonkaf tersebut menyebabkan eritrosit bersifat fleksibel sehingga dapat melewatipembuluh darah yang sangat kecil dengan baik. Bentuk eritrosit pada mikroskop biasanya tampak bulat berwarna merah dan dibagian tengahnya tampak lebih pucat, atau disebut (central pallor) diameter 1/3 dari keseluruhan diameter eritrosit.

                   Eritrosit berjumlah paling banyak diantara sel-sel darah lainnya. Dalam satu milliliter darah terdapat kira-kira 4,5 – 6 juta eritrosit, oleh sebab itu darah berwarna merah. Eritrosit normal berukuran 6 – 8 Nm atau 80 – 100 fL (femloliter). Bila MCV kurang dari 80 fL disebut (mikrositik) dan jika lebih dari 100fL disebut (makrositik).
Kelainan Eritrosit
Kelainan eritrosit dapat digolongkan menjadi :
1)      Kelainan berdasarkan ukuran eritrosit
Ukuran normal eritrosit antara 6,2 – 8,2 Nm (normosit)
Kelainan berdasarkan ukuran:
a)      Makrosit
      Ukuran eritrosit yang lebih dari 8,2 Nm terjadi karena pematangan inti eritrosit terganggu, dijumpai pada defisiensi vitamin B₁₂ atau asam folat.
Penyebab lainnya adalahkarena rangsangan eritropoietin yang berakibat meningkatkatnya sintesa hemoglobin dan meningkatkan pelepasan retikulosit kedalam sirkulasi darah. Sel ini didapatkan pada anemia megaloblastik, penyakit hati menahun berupa thin macrocytes dan pada keadaan dengan retikulositosis, seperti anemia hemolitik atau anemia paska pendarahan.
b)      Mikrosit
      Ukuran eritrosit yang kurang dari 6,2 Nm. Terjadinya karena menurunnya sintesa hemoglobin yang disebabkan defisiensi besi, defeksintesa globulin, atau kelainan mitokondria yang mempengaruhi unsure hem dalam molekul hemoglobin. Sel ini didapatkan pada anemia hemolitik, anemia megaloblastik, dan pada anemia defisiensi besi.
c)      Anisositosis
      Pada kelainan ini tidak ditemukan suatu kelainan hematologic yang spesifik, keadaan ini ditandai dengan adanya eritrosit dengan ukuran yang tidak sama besar dalam sediaan apusan darah tepi (bermacam-macam ukuran). Sel ini didapatkan pada anemia mikrositik yang ada bersamaan anemia makrositik seperti pada anemia gizi.

2)       Kelainan berdasarkan berdasarkan bentuk eritrosit
a)      Ovalosit
      Eritrosit yang berbentuk lonjong . Evalosit memiliki sel dengan sumbu panjang kurang dari dua kali sumbu pendek. Evalosit ditemukan dengan kemungkinan bahwa pasien menderita kelainan yang diturunkan yang mempengaruhi sitoskelekton eritrosit misalnya ovalositosis herediter.
b)      Sferosit
      Sel yang berbentuk bulat atau mendekati bulat. Sferosit merupakan sel yang telah kehilangan sitosol yang setara. Karena kelainan dari sitoskelekton dan membrane eritrosit.
c)      Schistocyte
      Merupakan fragmen eritrosit berukuran kecil dan bentuknya tak teratur, berwarna lebih tua. Terjadi pada anemia hemolitik karena combusco reaksi penolakan pada transplantasi ginjal.
d)      Teardrop cells (dacroytes)
      Berbentuk seperti buah pir. Terjadi ketika ada fibrosis sumsum tulang atau diseritropoesis berat dan juga dibeberapa anemia hemolitik, anemia megaloblastik, thalasemia mayor, myelofibrosi idiopati karena metastatis karsinoma atau infiltrasi myelofibrosis sumsum tulang lainnya.
e)      Blister cells
      Eritrosit yang terdapat lepuhan satu atau lebih berupa vakuola yang mudah pecah, bila pecah sel tersebut bisa menjadi keratosit dan fragmentosit. Terjadi pada anemia hemolitik mikroangiopati.
f)       Acantocyte / Burr cells
      Eritrosit mempunyai tonjolan  satu atau lebih pada membrane dinding sel kaku. Terdapat duri-duri di permukaan membrane yang ukurannya bervariasi dan menyebabkan sensitif terhadap pengaruh dari dalam maupun luar sel. Terjadi pada sirosis hati yang disertai anemia hemolitik, hemangioma hati, hepatitis pada neonatal.
g)      Sickle cells (Drepanocytes)
      Eritrosit yang berbentuk sabit. Terjadi pada reaksi transfusi, sferositosis congenital, anemia sel sickle, anemia hemolitik.
h)      Stomatocyte
      Eritrosit bentuk central pallor seperti mulut. Tarjadi pada alkoholisme akut, sirosis alkoholik, defisiensi glutsthione, sferosis herediter, nukleosis infeksiosa, keganasan, thallasemia.
i)        Target cells
      Eritrosit yang bentuknya seperti tembak atau topi orang meksiko. Terjadi pada hemogfobinopati, anemia hemolitika, penyakit hati.

3)      Kelainan berdasarkan warna eritrosit
a)      Hipokromia
      Penurunan warna eritrosit yaitu peningkatan diameter central pallor melebihi normal sehingga tampak lebih pucat. Terjadi pada anemia defisiensi besi, anemia sideroblastik, thallasemia dan pada infeksi menahun.
b)      Hiperkromia
      Warna tampak lebih tua biasanya jarang digunakan untuk menggambarkan ADT.
c)      Anisokromasia
      Adanya peningkatan variabillitas warna dari hipokrom dan normokrom. Anisokromasia umumnya menunjukkan adanya perubahan kondisi seperti kekurangan zat besi dan anemia penyakit kronis.
d)      Polikromasia
      Eritrosit berwarna merah muda sampai biru. Terjadi pada anemia hemolitik, dan hemopoeisis ekstrameduler.

4)      Kelainan berdasarkan benda inklusi eritrosit
a)      Basophilic stipping
      Suatu granula berbentuk ramping / bulat, berwarna biru tua. Sel ini sulit ditemukan karena distribusinya jarang.
b)      Kristal
      Bentuk batang lurus atau bengkok, mengandung pollimer rantai beta Hb A, dengan pewarnaan brilliant cresyl blue yang Nampak berwarna biru.
c)      Heinz bodies
      Benda inklusi berukuran 0,2 -22,0 Nm. Dapat dilihat dengan pewarnaan crystal violet / brillian cresyl blue.
d)      Howell-jouy bodies
      Bentuk bulat, berwarna biru tua atau ungu, jumlahnya satu atau dua mengandung DNA. Karena percepatan atau abnormalitas eritropoeisis. Terjadi pada anemia hemolitik, post operasi, atrofi lien.
e)      Pappenheimer bodies
      Berupa bintik, warna ungu dengan pewarnaan wright. Dijumpai pada hiposplenisme, anemia hemolitika.

Cara menghitung jumlah eritrosit
Prinsip “ darah diencerkan dalam larutan isotonis untuk memudahkan menghitung eritrosit dan mencegah hemolisis “
Larutan pengencer yang digunakan :
a)      Larutan hayem, terdiri dari:
-          Natrium sulfat 5 g
-          Natrium chloride 0,5 g
-          Mercury chloride 0,5 g
-          Aquadest add 200 ml
b)      Larutan gowers, terdiri dari :
-          Natrium sulfat 12,5 g
-          Asam asetat glacial 33,3 ml
-          Aquadest add 200 ml

Cara menghitung :
1)      Mengisi pipet eritrosit
       Darah dihisap sampai garis tanda 0,5 dan larutan pengencer sampai tanda 101
2)      Mengisi kamar hitung
3)      Menghitung jumlah sel dengan menggunakan mikroskop perbesaran sedang atau 40x
4)      Hitunglah semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang yang tersusun dari 16 bidang kecil.
Nilai normal jumlah eritrosit :
·         Laki-laki : 4,6 s/d 6,2 juta/ml
·         Wanita   : 4,2 s/d 5,4 juta/ml
                   Kesalahan-kesalahan pada hitung eritrosit yaitu pada menghitung jumlah eritrosit memakai lensa objektif kecil yaitu perbesaran 10x, sehingga sangat tidak teliti hasilnya.
Akibat eritrosit yang berlebih dan kekurangan eritrosit :
a)      Penurunan eritrosit
-          Kehilangan darah (perdarahan)
-          Anemia, infeksi kronis, leukemia, dan hidrasi berlebihan.
b)      Peningkatan eritrosit
-          Polisitemia vena
-          Hemokonsentrasi
-          Dehidrasi
-          Penyakit kardio vaskuler
Nilai indeks eritrosit
1)      Mean Corpuscular Volume (MCV), menggambarkan volume rata-rata eritrosit.
2)      Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), menggambarkan rata-rata kandungan hemoglobin.
3)      Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC), menggambarkan kandungan hemoglobin rata-rata dalam tiap eritrosit.








 

Bahaya Akibat Sex Terlalu Lama

Kamis, 27 Oktober 2011

Seks maraton, atau bercinta beberapa kali dalam rentang waktu yang berdekatan biasanya dilakukan pasangan menikah untuk mengusir kebosanan. Seks maraton biasanya juga menjadi solusi bagi pasangan menikah yang jarang bertemu atau menjalani masa pernikahan jarak jauh karena pekerjaan, untuk melepas kerinduan.
Namun hubungan seks yang terlalu lama dan bersemangat, apalagi jika dilakukan berkali-kali bisa menimbulkan dampak negatif. Efeknya bisa bermacam-macam, mulai dari memar pada beberapa bagian tubuh sampai serangan jantung. Ada beberapa kondisi yang harus Anda waspadai, jika ingin melakukan seks maraton bersama pasangan. Ini dia 10 efek negatif yang bisa terjadi karena hubungan seks yang berlangsung selama berjam-jam, seperti dikutip dari Intimate Medicine.
1. Lecet dan Memar
Saat gairah bercinta sedang tinggi-tingginya, benturan benda keras pada kepala atau bagian tubuh lainnya bisa saja terjadi, sehingga menimbulkan memar atau luka lecet. Karena pelepasan hormon oksitosin saat penetrasi seks, mungkin Anda dan pasangan tidak akan merasakan apapun. Tapi rasa sakit karena benturan tersebut baru akan terasa esok harinya setelah hubungan seks. Lutut, siku dan punggung biasanya merupakan beberapa bagian tubuh yang sering terbentur dan terluka saat hubungan seks.
2. Sakit Otot dan Persendian
Bercinta, merupakan salah satu bentuk lain dari aktivitas kardiovaskular. Sama seperti aktivitas kardiovaskular lainnya (aerobik, spinner, treadmill), hubungan seks bisa menyebabkan penumpukan lactic atau asam susu pada otot. Kondisi ini mengakibatkan persendian menopang beban yang tidak biasa, sehingga pada posisi seks tertentu akan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Efeknya akan lebih terasa jika seks maraton dilakukan dengan gaya misionaris. Pria yang posisinya berada di atas, harus menahan berat tubuhnya dengan tangan sehingga rasa sakit akan terasa pada pergelangan tangan. Sementara pada wanita, akan mengalami kejang otot atau ketegangan pada bagian paha karena terlalu lama melebarkan kaki. 
3. Lecet pada Organ Genital
Penetrasi seks yang terlalu lama saat seks maraton, akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan rasa sakit pada organ genital, dan biasanya banyak dialami wanita. Gesekan penis pada dinding vagina yang terlalu lama, akan membuat cairan lubrikasi berkurang dan bisa menyebabkan robekan kecil pada jaringan kulit di vagina. Selain sakit, biasanya juga menimbulkan rasa seperti terbakar. Jika Anda dan pasangan ingin melakukan seks maraton, sebaiknya gunakan lebih banyak cairan lubrikan atau agar lebih amannya hentikan penetrasi sementara jika sudah terasa sakit.
4. Dehidrasi
Penetrasi seks meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhunya. Jika selama seks maraton Anda maupun pasangan tidak memiliki cairan tubuh yang cukup, bisa terjadi dehidrasi. Maka itu, minumlah banyak cairan mengandung garam (minuman isotonik) sebelum bercinta untuk mencegah dehidrasi. Jika saat bercinta Anda merasakan sakit kepala, berhenti sejenak dan minumlah dua gelas air putih.
5. Infeksi Saluran Kencing
Setelah beberapa jam sesi seks maraton, beberapa wanita mungkin mengalami infeksi saluran kencing akibat infeksi bakteri pada uretra mereka. Jika Anda ingin menghindari infeksi ini, sangat direkomendasikan untuk minum banyak air sebelum dan setelah bercinta.
6. Sakit Punggung
Sakit pada tulang belakang, mungkin bisa terjadi akibat gerakan-gerakan aneh atau posisi tubuh yang kurang baik saat bercinta, terutama selama seks maraton. Anda bisa menghindarinya dengan mencoba posisi seks yang tidak memerlukan 'kemampuan akrobatik' dan gerakan yang agresif. Pijatan sensual atau mandi air hangat bisa membantu meringankan sakit punggung akibat bercinta.
7. Kerusakan Urat Syaraf
Stimulasi yang terlalu kasar, lama dan langsung ke titik sasaran bisa menimbulkan efek berbahaya dan menyakitkan. Dengarkan sinyal-sinyal tubuh Anda, jika ada yang terasa sakit segera beritahu pasangan untuk berhenti. Katakan juga pada pasangan, bagian-bagian tubuh mana saja yang paling lembut dan rentan terluka oleh stimulasi.
8. Penglihatan Terganggu
Saat penetrasi seks, tekanan darah akan meningkat. Saat penetrasi seks berlangsung cukup lama, bisa menyebabkan pembuluh darah pada mata pecah yang berefek pada terganggunya penglihatan. Untungnya, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung sebentar.
9. Serangan Jantung
Meskipun jarang terjadi, serangan jantung karena terlalu lama bercinta bisa saja terjadi. Risiko terjadinya bisa lebih tinggi pada pasangan berusia lanjut.
10. Penis Bisa Patah
Meskipun penis tidak bertulang, tetap saja bisa patah. Kasus penis patah ini biasa disebut fraktur penis. Masalah ini bisa terjadi saat pasangan melakukan hubungan seks yang kasar atau masturbasi terlalu bersemangat.
Dikutip dari Askmen, fraktur penis terjadi karena ada tekanan traumatik pada lapisan silinder dari penis. Saat hal itu terjadi, akan terdengar suara sentakan atau retakan dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit, bengkak dan memar, mirip fraktur yang terjadi pada tulang. Kadang-kadang, darah bisa keluar di saluran kencing dan bila ini terjadi maka fraktur penis tergolong parah dan mungkin memerlukan pembedahan.
(hst/kik)

Sumber : Wolipop.com

12 Mitos Tentang Kondom

Jumat, 21 Oktober 2011

Kondom adalah alat pelindung saat berhubungan seks yang terbuat dari bahan karet seperti lateks atau poliuretan yang salah satu ujungnya terbuka.

Kondom digunakan untuk melindungi orang dari penyakit menular seksual (sexually transmitted disease/STD) seperti AIDS, syphilis dan lainnya. Selain itu juga membantu pasangan untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Seperti dilansir dari GeniusBeauty,berikut 12 mitos tentang penggunaan kondom:

1. Membeli kondom itu memalukan

Ada beberapa orang yang berpikir seperti itu, membeli kondom adalah hal yang memalukan. Jika Anda malu berkata 'beli kondomnya' kepada penjual, maka Anda dapat membeli kondom di toko swalayan sehingga tak harus malu untuk membelinya.

2. Penularan infeksi atau hamil bisa terjadi bahkan dengan menggunakan kondom

Jika Anda menggunakan kondom dengan benar, maka hal itu dapat meminimalkan risiko tertular penyakit menular seksual atau mencegah kehamilan.

3. Kondom harus dibeli kaum pria

Logikanya memang yang memakailah yang harus membeli. Tapi pada kenyataannya, lebih dari 35 persen konsumen yang membeli kondom adalah wanita.

4. Menggunakan kondom mempengaruhi kenikmatan

Kondom dibuat tipis, elastis dan tahan lama, yang secara praktis tidak menurunkan kenikmatan sama sekali. Selain itu, ada juga kondom yang dilengkapi dengan pelumas terutama dengan bahan dasar air, yang direkomendasikan bagi mereka yang mengalami masalah orgasme.

5. Menggunakan kondom menyakitkan

Hampir semua kondom memiliki silikon atau pelumas berbasis air, yang mencegah rasa sakit saat digunakan. Jika Anda mempunyai pengalaman nyeri saat berhubungan seks, maka Anda seharusnya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksual, bukan menghubungkan rasa sakit dengan kondom.

6. Seks tanpa kondom lebih sehat karena ada pertukaran hormon

Memang benar, melakukan hubungan seks tanpa kondom dapat mengobati depresi pada wanita. Tapi efek negatif seperti kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi atau penyakit menular seksual bisa saja terjadi, dan ini bisa berakibat lebih tidak sehat.

7. Pasangan menikah bisa melakukan hubungan seks tanpa kondom

Infeksi virus tidak hanya bisa menular melalui hubungan seks yang bergonta-ganti pasangan, tetapi juga dalam transportasi umum, kolam renang, tempat gym, dan lainnya. Dalam jangka panjang, virus Herpes dapat tiba-tiba 'bangun', yang secara pasif dimiliki oleh hampir setiap organisme.

8. Ada dua ukuran kondom, kecil (Asia) dan besar (negara barat)

Kondom dapat dibagi menjadi tiga kelompok tergantung pada ukuran, yaitu 48-50 mm, 51-53 mm, 54-56 mm. Panjang kondom yang khas adalah 19-20 cm.

9. Canggung memberi tahu pasangan bila akan menggunakan kondom

Banyak orang berpikir bahwa jika mereka meminta pasangan mereka untuk menggunakan kondom, mereka akan tersinggung. Pada kenyataannya, usulan tersebut adalah perawatan ekstra pada kesehatan pasangannya. Selain itu, ajang pemakaian kondom, bisa dijadikan momen khusus yang akan meningkatkan keharmonisan hubungan.

10. Menggunakan kondom lebih baik dilengkapi dengan krim, pelumas atau gel

Hal itu tidak benar. Terlepas dari kenyataan bahwa gel dan krim tertentu dapat menyebabkan gatal-gatal, reaksi alergi atau terbakar, mereka juga mungkin memiliki efek yang dapat merusak lateks dan pelumas kondom.

11. Semua kondom memiliki lubang kecil, sehingga tetap dapat menularkan AIDS

Kondom yang memperoleh izin penjualan harus lulus uji hermiticity dan peradangan, yang membuktikan tidak adanya lubang pada kondom.

12. Kondom mengganggu spontanitas seks

Jika Anda dan pasangan setuju untuk menggunakan kondom sejak awal, maka itu tidak akan mengganggu spontanitas seks .

Ciri Ciri Ereksi Penis Normal

Minggu, 12 Juni 2011

CIRI-CIRI EREKSI PENIS YANG NORMAL

 

Salah satu cara mengetahui gejala dari disfungsi ereksi adalah dengan mengukur tingkat ereksi penis. Ereksi penis yang normal adalah keadaan di mana penis membesar lalu mengeras. Seberapa keras ereksi tersebut jarang diperhatikan. Tetapi jika ereksi terganggu atau terjadi disfungsi ereksi, maka ukuran ereksi menjadi sangat penting artinya. 
Adapun tanda-tanda dari ereksi yang normal, penuh dan keras adalah sebagai berikut :
  1. Bila penis dipegang atau dipencet akan terasa keras,
  2. Penis tidak bisa ditekuk karena kaku sehingga sering disebut kayu,
  3. Bila digoyang, penis akan bergoyang dan bergetar lalu kembali pada posisi semula.
Keadaan tadi terjadi sejak seorang anak laki-laki lahir sampai usia lanjut. Pada waktu masa bayi dan anak, ereksi terjadi dengan sendirinya tanpa disengaja atau disadari oleh si anak sendiri. 
Sesudah melalui masa pubertas umumnya ereksi akan terjadi karena adanya stimulasi seksual dari dalam diri sendiri atau dari luar dirinya. Stimulasi dari dalam diri terjadi karena ada pikiran atau fantasi mengenai seks lalu penis menjadi ereksi. Stimulasi dari luar terjadi karena adanya stimulan seksual yang diminati yang diterima melalui pancaindera dan dapat membangkitkan gairah seksual. 
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penis menjadi ereksi. Secara normal penis akan membesar dan mengeras pada keadaan-keadaan tertentu seperti ereksi yang terjadi pada malam atau pagi hari, ereksi yang muncul karena adanya ransangan yang bersifat stimulasi psikoseksual dan stimulasi fisik seperti saat melakukan onani atau masturbasi, ereksi saat kencan dengan pasangan atau saat terjadi aktifitas seksual, dan ereksi saat membaca atau menonton. 
Berbagai keadaan di atas adalah keadaan ereksi normal mulai dari bayi sampai dewasa. Sesudah remaja sampai dewasa bahkan sampai tua ereksi penis menjadi sangat penting. Dengan ereksiyang keras, setiap pria menjadi yakin diri dan senang akan dirinya karena merasa fungsi seksnya normal. Bagi yang sudah menikah, dapat menikmati koitus dengan istri. Istri juga senang dan bangga akan suami. Jadilah suami dan istri yang bersemangat, senang dan bahagia

Usia 40 tahun adalah usia puncak bagi seorang pria. Termasuk dalam urusan seks. Seorang peneliti asal Prancis mengungkapkan bahwa kesuburan pria dan kehamilan wanita akan menurun drastis ketika mencapai umur 40 tahun.
Penelitian ini dilakukan terhadap 2.000 orang pasang yang secara rutin menjalani tes kesuburan. Dari tes yang dilakukan di dapatkan bahwa kehamilan akan gagal sebanyak 70% pada pasangan suami istri dimana sang pria telah berumur di atas 40 tahun.

Wanita-wanita yang ikut tes tersebut adalah wanita tidak subur. Mereka adalah wanita yang mengikuti program bayi tabung. Oleh karena itu maka usia calon ayah bagi bayi tersebut merupakan faktor penting bagi pasangan tersebut agar mencapai keberhasilan.

Hasil studi lain juga menyebutkan bahwa semakin tinggi usia pria maka semakin kecil pulalah kemampuannya menjadi Bapak. Hal ini disebabkan telah terjadinya perubahan pada struktur biologis dan karena adanya penurunan kemampuan seksual.

“Hasil penemuan penelitian kami untuk pertama kalinya memberikan bukti kuat faktor menurunnya kemungkinan seorang pria dapat menjadi ayah terkait erat dengan usia biologis pria,” ujar peneliti tersebut.

Jika di hubungkan dengan program bayi tabung, maka tingkat keberhasilan program bayi tabung akan semakin kecil jika usia si calon ayah tinggi. Hal tersebut disebabkan dari mutu atau kualitas sperma yang dihasilkan tidak kuat. Pada wanita, kesuburan akan turun ketika usia mereka mencapai 35 tahun

Anda telah mencoba segala cara yang alami, tetapi masih belum berhasil menjadi seorang ayah. Jangan buru-buru menyerah. Dalam banyak kasus, banyak ahli yang dapat memastikan masalah anda sesungguhnya kemudian mengatasi masalah kemandulan anda dengan kemajuan-kemajuan dramatis dalam bidang pengobatan dan pembedahan.
Sesungguhnyalah, lebih dari separuh pasangan yang meminta pertolongan ini akhirnya berhasil. andaikata anda berada di Amerika, di sana ada RESOLVE, sebuah kelompok pendukung bagi pasangan-pasangan tidak subur, yang dapat merujuk anda ke spesialis terdekat dari tempat tinggal anda. Tulis saja surat ke 1310 Broadway, Somerville, MA 02144-1731.

Lalu apa yang akan diperbuat oleh dokter itu? Sesudah melakukan pengujian yang saksama, ia mungkin meresepkan obat-obat penyubur seperti clomiphene (Clomid) untuk merangsang produksi sperma lebih banyak. Apabila anda mempunyai varikokel atau vas deferens anda tersumbat, la mungkin menganjurkan pembedahan untuk mengoreksi keadaan itu.

Dalam beberapa kasus, seperti ketika seorang pria cenderung memproduksi antibodi terhadap sperma atau tidak bereaksi terhadap obat-obat penyubur, dokter akan menganjurkan salah satu di antara banyak metode pembuahan yang canggih. Cara ini mahal sekali, padahal tidak ada garansi untuk keberhasilannya, maka banyak pasangan, seperti Scott dan Karen Read, memilih adopsi saja.

Berikut contoh beberapa pilihan teknologi canggih paling sukses:

1. Inseminasi buatan. Dalam hal ini semen dimasukkan langsung ke dalam vagina atau uterus. Apabila sperma sang pria terbukti lemah, pasangan itu dapat mempertimbangkan penggunaan sperma donor.
2. In vitro fertilization (IVF) atau pembuahan dalam tabung. Telur melalui operasi dipindahkan dari ovarium si wanita, ke sebuah cawan petri dan dicampurkan dengan sperma sang ayah agar pembuahan terjadi. Setelah inkubasi selama dua hari, biasanya beberapa telur yang telah dibuahi (disebut embrio) ditaruh ke dalam uterus.
3. Gamet intrafallopian transfer (GIFT). Telur dan sperma (gamet) dimasukkan ke dalam saluran telur dengan harapan bahwa di situ pembuahan akan terjadi.
4. Zygote intraf llopian transfer (ZIFT). Seperti dalam IVF, telur dan sperma disatukan dalam sebuah cawan petri lalu diinkubasikan selama dua hari. Akan tetapi, alih-alih ditempatkan dalam uterus, embrio, atau zigot, ditempatkan di saluran telur. Dari sana telur yang telah dibuahi akan menempuh perjalanan alami sampai ke rahim dan menetap di situ. Kelebihan dari prosedur ini dibanding GIFT adalah kita yakin bahwa pembuahan telah terjadi.
5. Zona drilling. Dalam teknik ini, dokter bedah menggunakan bahan kimia, sinar laser atau sebatang jarum untuk membuka lapisan luar telur, atau zona pellucida, sedemikian sehingga sperma lebih mudah menembusnya.
6. Microinjection. Dalam prosedur ini, yang masih dalam tahap eksperimen, sebatang jarum tipis digunakan untuk memasukkan sebuah sperma ke dalam telur.

Karena ingin segera punya anak, pasangan pengantin baru ini berhubungan seks setiap hari. Sayang, hasilnya masih nihil, bahkan sang istri tidak pernah orgasme. Apakah karena sperma keluar kembali? Betulkah berhubungan seks tiap hari justru tidak tepat?
Kasus:
“Saya pria berumur 30 tahun, istri berusia 27 tahun. Kami menikah lima bulan yang lalu. Kami sepakat segera mempunyai anak, tetapi sampai sekarang istri belum hamil. Padahal, hubungan seks cukup sering kami lakukan, bahkan hampir setiap hari. Sayangnya, istri tidak pernah merasakan kenikmatan.

Setiap selesai berhubungan suami istri, cairan sperma keluar kembali dari kelamin istri saya. Apakah karena itu istri belum hamil? Bagaimana mengatasinya? Apakah kalau sering melakukan hubungan seks sperma bisa habis? Apakah hubungan seks yang kami lakukan tidak benar sehingga sperma keluar kembali?

Mengapa istri saya tidak merasakan kenikmatan walaupun kami pernah melakukan hubungan dalam waktu yang cukup lama?” (K.B., Bandung)

Jawaban:

Sperma memang pasti keluar kembali dari vagina setelah hubungan seksual selesal dilakukan. Kalau tidak keluar kembali, ke mana perginya cairan yang cukup banyak itu? Jadi, itu wajar dan normal terjadi, sehingga tidak dapat dihindari. Juga tidak ada kaitan dengan hubungan seksual yang tidak benar.

Untuk terjadinya kehamilan diperlukan sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan sperma. Sel spermatozoalah yang membuahi sel telur wanita, sehingga menyebabkan kehamilan.

Kalau kesuburan Anda dan istri baik, dan hubungan seksual dilakukan tepat pada masa subur, kehamilan mungkin terJadi. Namun, kalau Anda atau istri mengalami gangguan kesuburan atau hubungan seksual tidak dilakukan pada saat subur istri, kehamilan terhambat atau tidak mungkin terjadi.

Untuk mengetahui keadaan kesuburan, tentu diperlukan pemeriksaan, baik Anda maupun istri. Andaikata kesuburan Anda atau istri terganggu, diperlukan pengobatan agar menjadi normal atau mendekati normal.

Hubungan seksual yang terlampau sering sebenarnya tidak efektif bagi terjadinya kehamilan. Kalau ejakulasi sering terjadi, kuantitas dan kualitas spermatozoa tidak baik, sehingga ketika tiba masa subur, sel spermatozoa tidak mampu membuahi.

Ejakulasi yang sering tidak akan mengakibatkan sperma habis karena sperma terus diproduksi. Syaratnya, tidak ada penyakit atau gangguan yang menghambat proses pembentukan sperma.

Sebaliknya, hubungan seksual yang terlalu jarang juga tidak efektif bagi terjadinya kehamilan karena kualitas spermatozoa menjadi terganggu ketika tiba pada masa subur istri.

Penyebab Gagal Orgasme

Mengenai istri yang tidak dapat mencapai orgasme, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya. Pertama, komunikasi seksual yang kurang baik. Kedua, hambatan psikis.

Ketiga, posisi hubungan seksual yang tidak efektif bagi wanita. Keempat, fungsi seksual Anda mungkin tidak optimal, khususnya fungsi ereksi dan kontrol ejakulasi. Kalau ada salah satu atau lebih faktor di atas, istri mengalami hambatan orgasme.

Kalau sebelum menikah Anda dan istri tidak cukup mengenal satu sama lain, mungkin saja komunikasi kurang baik, khususnya komunikasi seksual. Selain itu, disfungsi ereksi karena hambatan psikologis mungkin juga muncul lalu menghambat reaksi seksual istri, sehingga gagal mencapai orgasme. Untuk mengatasi hambatan orgasme, penyebab yang ada harus diatasi dulu.

Meski demikian, tidak ada hubungan antara tidak dapat mencapai orgasme dengan belum terjadi kehamilan. Artinya. kehamilan dapat saja terjadi walaupun istri tidak dapat mencapai orgasme.

Namun, membiarkan istri tetap tidak dapat mencapai orgasme, bukanlah sikap yang benar. Anda harus membantu agar istri juga dapat mencapai orgasme, sehingga kehidupan seksual menjadi harmonis, apalagi kalau penyebabnya terletak di pihak Anda.

Anda sudah memilih klinik infertilitas yang baik dan telah melakukan analisis sperma. Kini tiba saatnya membaca hasil analisis sperma tersebut untuk mengetahui apakah anda subur atau tidak.
Setelah Anda atau suami anda menyerahkan sperma untuk uji kesuburan, pihak klinik fertilitas, baik dokter maupun analisnya akan melakukan analisis sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ketelitian dan keterampilan pihak pemeriksa sangatlah penting, demilkian pula interpretasi atas hasil apapun yang didapat dari analisis tersebut.

Oleh karena itu, sekali lagi, sangatlah penting bagi Anda untuk memilih klinik kesuburan yang terpercaya dalam kemampuan dan profesionalitasnya.

Saat ini, WHO sebagai badan kesehatan dunia telah menetapkan nilai yang dianjurkan sebagai hasil pemeriksaan sperma. Untuk pengetahuan Anda, standar yang telah ditetapkan WHO adalah:

1. Volume : 2 ml atau lebih
2. pH : 7,2 sampai dengan 8,0
3. Konsentrasi spermatozoa: 20 juta spermatozoa / ml atau lebih
4. Jumlah total spermatozoa : 40 juta spermatozoa per ejakulasi atau lebih
5. Motilitas spermatozoa : Dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, sebanyak 50% dari jumlah total spermatozoa yang hidup, masih bergerak secara aktif.
6. Morfologi permatozoa : 30% atau lebih memiliki bentuk yang normal
7. Vitalitas spermatozoa : 75% atau lebih dalam keadaan hidup=
8. Jumlah sel darah putih : lebih sedikit dari 1 juta sel/ml

Dari standar yang telah disebutkan tersebut, dokter akan membuat suatu simpulan yang akan diterima oleh Anda sebagai hasil analisis sperma. Adapun macam dan definisi dari kesimpulan tersebut adalah:

1. Normozoospermia: Karakteristik normal yang dapat dilihat pada tabel.
2. Oligozoospermia: Konsentrasi spermatozoa kurang dari 20 juta per ml.
3. Asthenozoospermia: Jumlah sperma yang masih hidup dan bergerak secara aktif, dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, urang dari 50%.
4. Teratozoospermia: Jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%.
5. Oligoasthenoteratozoospermia: Kelainan campuran dari 3 variabel yang telah disebutkan sebelumnya.
6. Azoospermia: Tidak adanya spermatozoa dalam sperma
7. Aspermia: Sama sekali tidak terjadi ejakulasi sperma

Dari interpretasi inilah, awal masalah ketidaksuburan sebuah pasangan dapat terungkap. Dengan demikian, dokter dan timnya akan dapat membuat suatu rencana pengobatan untuk menjadi solusi ketidaksuburan seorang pria.

Apabila hasil analisis sperma menyatakan nilai normal, kemungkinan besar penyebab ketidaksuburan terdapat pada sang wanita. Oleh karena itu, analisis kesuburan wanita dapat dijalankan sebagai langkah lanjut

Anda telah mengetahui apa itu infertilitas dan juga telah mengetahui hal-hal apa yang harus dan tidak boleh anda lakukan ketika anda mencurigai bahwa anda atau pasangan anda mengalami infertil.
Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah mengunjungi klinik infertilitas untuk melakukan analisis sperma yang bertujuan untuk mengetahui kualitas sperma anda.

Apakah klinik infertilitas dapat menjamin keberhasilan analisis sperma? Tentu tidak! Klinik infertilitas merupakan faktor penting keberhasilan analisis, tetapi bukan merupakan satu-satunya faktor penentu.

Kepercayaan dan kerjasama seorang pria dengan dokter dalam memeriksakan kesuburannya merupakan kunci awal keberhasilan analisis dan pengobatan infertilitas.

Pengambilan sperma untuk dianalisis dalam uji kesuburan pria tidaklah semudah pengambilan cairan tubuh lainnya dalam prosedur pemeriksaan medis. Hal tersebut terjadi karena sperma dikeluarkan melalui aktivitas seksual seperti hubungan suami-istri atau masturbasi. Ativitas-aktivitas tersebut memiliki tingkat privasi yang sangat tinggi. Oleh karena ltu, pria sering mengalami kesulitan ketika hendak mengeluarkan spermanya untuk diperiksakan ke dokter.
Cara Melakukan Analisis Sperma

Analisis sperma di perlukan untuk mengetahui subur tidaknya seorang pria. Hasil pemeriksaan akan mentukan jenis terapi yang di butuhkan. Untuk kemudahan dan kenyamanan pria yang hendak diperiksa, banyak klinik fertilitas telah memiliki tempat yang mampu memberikan privasi bagi seorang pria untuk mengeluarkan sperma yang hendak diperiksa melalui masturbasi.

Tempat tersebut disebut Spermatorium dan biasanya terletak bersebelahan dengan ruang pemeriksaan pada klinik fertilitas. Tujuan dari letak spermatorium yang dekat dengan ruang pemeriksaan adalah agar tersedianya sperma sebagai sampel yang memenuhi kriteria kualitas dan waktu sehingga dapat diperiksa secara optimal.

Berikut ini beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam analisis sperma untuk mendapatkan sperma yang layak uji:

1. Anda atau suami Anda yang hendak memeriksakan kesuburannya diharuskan untuk tidak melakukan aktivitas seksual yang berakibat pada ejakulasi sperma (seperti hubungan seksual dan masturbasi) sekurang-kurangnya 2 hari sebelum pengambilan sampel atau tidak lebih dari 7 hari sebelum pengambilan sampel.
2. Pemeriksaan dilaksanakan dua kali dengan selisih waktu 7 hari sampai dengan 3 bulan antara masing-masing waktu pengambilan sampel. Apabila terdapat perbedaan hasil yang signifikan antara kedua buah sampel yang diambil pada waktu yang berbeda tersebut, dilakukan pengambilan sampel dan pemeriksaan ulang. Sebaiknya, produksi dan pengambilan sampel dilaksanakan pada ruangan yang menjamin privasi dan terletak dekat dengan laboratorium. Hal tersebut bertujuan agar sampel dapat sesegera mungkin diperiksa. Oleh karena itu, banyak laboratorium yang diperlengkapi dengan ruangan khusus untuk melakukan pengambilan Sperma. Ruangan tersebut mampu memberikan privasi bagi pria untuk melakukan masturbasi. Apabila lokasi pengambilan sampel tidak berdekatan dengan laboratorium, sampel harus dikirim ke laboratorium tidak lebih dari 1 jam.
3. Sampel harus disimpan dalam wadah yang tidak mengandung bahan-bahan yang dapat membunuh atau mengurangi kualitas sperma. Biasanya, wadah tersebut berbentuk gelas ataupun plastik yang bersih dan bebas dari bahan toksik.
4. Kondom yang biasa digunakan, sebagian besar mongandung zat yang mampu membunuh atau menurunkan kualilitas spermatozoa sehingga kondom seperti ini tidak boleh digunakan dalam tahap pengambilan sampel untuk pemeriksaan sperma. Sperma yang didapatkan dari coitus interruptus juga tidak layak untuk diperiksa. Hal tersebut karena adanya kemungkinan yang pertama kali keluar pada semburan pertama dari ejakulasi tidak berhasil dimasukkan ke dalam wadah pengumpul sperma untuk pemeriksaan. Sperma dari semburan pertama pada ejakulasi dianggap penting karena di situlah terdapat konsentrasi tertinggi spermatozoa dalam sperma.
5. Sampel tidak boleh dibiarkan pada lingkungan dengan temperatur kurang dari 20°C atau lebih dari 40°C.

Apabila semua hal tersebut telah Anda atau suami Anda penuhi,kebenaran dari uji kesuburan sepenuhnya tergantung pada keterampilan dan profesionalitas dari klinik kesuburan yang memeriksa. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam memilih klinik kesuburan yang akan dijadikan tempat pemeriksaan dan pengobatan Anda atau suami Anda.

Bayangkan saja apabila sebenarnya Anda atau pasangan Anda subur dan tidak memiliki masalah dengan alat reproduksi, tetapi karena ketidakterampilan dari dokter ataupun analis yang memeriksa salah satu atau Anda berdua dikatakan tidak subur. Tidakkah Anda menjadi stress?

Coitus interruptus adalah istilah medis yang mengandung arti dikeluarkannya sperma diluar tubuh wanita saat pria dan wanita melakukan hubungan seksual. Puncak kepuasan seksual yang dirasakan pria saat melakukan ejakulasi sperma dapat dirasakan sejak sesaat sebelum sperma tersebut dikeluarkan.

Oleh karena itu, pria yang hendak mengeluarkan sperma di luar tubuh sang wanita, baik sebagai tindakan untuk mencegah kehamilan maupun didasari alasan lainnya, dapat menyadari kapan waktunya mengeluarkan alat genital pria dari dalam genital wanita saat berhubungan seksual.

Meskipun demikian, kecepatan, kontrol tubuh, serta kesadaran pria seringkali terlambat untuk melakukan langkah coitus interruptus tersebut. Akibatnya, sebagian atau seluruh sperma dikeluarkan dalam genital wanita.