Tampilkan postingan dengan label REPRODUKSI PRIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REPRODUKSI PRIA. Tampilkan semua postingan

Proses Embriologi

Sabtu, 02 Juni 2012

Bahaya Akibat Sex Terlalu Lama

Kamis, 27 Oktober 2011

Seks maraton, atau bercinta beberapa kali dalam rentang waktu yang berdekatan biasanya dilakukan pasangan menikah untuk mengusir kebosanan. Seks maraton biasanya juga menjadi solusi bagi pasangan menikah yang jarang bertemu atau menjalani masa pernikahan jarak jauh karena pekerjaan, untuk melepas kerinduan.
Namun hubungan seks yang terlalu lama dan bersemangat, apalagi jika dilakukan berkali-kali bisa menimbulkan dampak negatif. Efeknya bisa bermacam-macam, mulai dari memar pada beberapa bagian tubuh sampai serangan jantung. Ada beberapa kondisi yang harus Anda waspadai, jika ingin melakukan seks maraton bersama pasangan. Ini dia 10 efek negatif yang bisa terjadi karena hubungan seks yang berlangsung selama berjam-jam, seperti dikutip dari Intimate Medicine.
1. Lecet dan Memar
Saat gairah bercinta sedang tinggi-tingginya, benturan benda keras pada kepala atau bagian tubuh lainnya bisa saja terjadi, sehingga menimbulkan memar atau luka lecet. Karena pelepasan hormon oksitosin saat penetrasi seks, mungkin Anda dan pasangan tidak akan merasakan apapun. Tapi rasa sakit karena benturan tersebut baru akan terasa esok harinya setelah hubungan seks. Lutut, siku dan punggung biasanya merupakan beberapa bagian tubuh yang sering terbentur dan terluka saat hubungan seks.
2. Sakit Otot dan Persendian
Bercinta, merupakan salah satu bentuk lain dari aktivitas kardiovaskular. Sama seperti aktivitas kardiovaskular lainnya (aerobik, spinner, treadmill), hubungan seks bisa menyebabkan penumpukan lactic atau asam susu pada otot. Kondisi ini mengakibatkan persendian menopang beban yang tidak biasa, sehingga pada posisi seks tertentu akan menimbulkan rasa sakit yang mengganggu. Efeknya akan lebih terasa jika seks maraton dilakukan dengan gaya misionaris. Pria yang posisinya berada di atas, harus menahan berat tubuhnya dengan tangan sehingga rasa sakit akan terasa pada pergelangan tangan. Sementara pada wanita, akan mengalami kejang otot atau ketegangan pada bagian paha karena terlalu lama melebarkan kaki. 
3. Lecet pada Organ Genital
Penetrasi seks yang terlalu lama saat seks maraton, akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan rasa sakit pada organ genital, dan biasanya banyak dialami wanita. Gesekan penis pada dinding vagina yang terlalu lama, akan membuat cairan lubrikasi berkurang dan bisa menyebabkan robekan kecil pada jaringan kulit di vagina. Selain sakit, biasanya juga menimbulkan rasa seperti terbakar. Jika Anda dan pasangan ingin melakukan seks maraton, sebaiknya gunakan lebih banyak cairan lubrikan atau agar lebih amannya hentikan penetrasi sementara jika sudah terasa sakit.
4. Dehidrasi
Penetrasi seks meningkatkan detak jantung dan suhu tubuh, sehingga tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhunya. Jika selama seks maraton Anda maupun pasangan tidak memiliki cairan tubuh yang cukup, bisa terjadi dehidrasi. Maka itu, minumlah banyak cairan mengandung garam (minuman isotonik) sebelum bercinta untuk mencegah dehidrasi. Jika saat bercinta Anda merasakan sakit kepala, berhenti sejenak dan minumlah dua gelas air putih.
5. Infeksi Saluran Kencing
Setelah beberapa jam sesi seks maraton, beberapa wanita mungkin mengalami infeksi saluran kencing akibat infeksi bakteri pada uretra mereka. Jika Anda ingin menghindari infeksi ini, sangat direkomendasikan untuk minum banyak air sebelum dan setelah bercinta.
6. Sakit Punggung
Sakit pada tulang belakang, mungkin bisa terjadi akibat gerakan-gerakan aneh atau posisi tubuh yang kurang baik saat bercinta, terutama selama seks maraton. Anda bisa menghindarinya dengan mencoba posisi seks yang tidak memerlukan 'kemampuan akrobatik' dan gerakan yang agresif. Pijatan sensual atau mandi air hangat bisa membantu meringankan sakit punggung akibat bercinta.
7. Kerusakan Urat Syaraf
Stimulasi yang terlalu kasar, lama dan langsung ke titik sasaran bisa menimbulkan efek berbahaya dan menyakitkan. Dengarkan sinyal-sinyal tubuh Anda, jika ada yang terasa sakit segera beritahu pasangan untuk berhenti. Katakan juga pada pasangan, bagian-bagian tubuh mana saja yang paling lembut dan rentan terluka oleh stimulasi.
8. Penglihatan Terganggu
Saat penetrasi seks, tekanan darah akan meningkat. Saat penetrasi seks berlangsung cukup lama, bisa menyebabkan pembuluh darah pada mata pecah yang berefek pada terganggunya penglihatan. Untungnya, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung sebentar.
9. Serangan Jantung
Meskipun jarang terjadi, serangan jantung karena terlalu lama bercinta bisa saja terjadi. Risiko terjadinya bisa lebih tinggi pada pasangan berusia lanjut.
10. Penis Bisa Patah
Meskipun penis tidak bertulang, tetap saja bisa patah. Kasus penis patah ini biasa disebut fraktur penis. Masalah ini bisa terjadi saat pasangan melakukan hubungan seks yang kasar atau masturbasi terlalu bersemangat.
Dikutip dari Askmen, fraktur penis terjadi karena ada tekanan traumatik pada lapisan silinder dari penis. Saat hal itu terjadi, akan terdengar suara sentakan atau retakan dan kemudian penis berubah menjadi hitam dan biru, disertai rasa sakit, bengkak dan memar, mirip fraktur yang terjadi pada tulang. Kadang-kadang, darah bisa keluar di saluran kencing dan bila ini terjadi maka fraktur penis tergolong parah dan mungkin memerlukan pembedahan.
(hst/kik)

Sumber : Wolipop.com

12 Mitos Tentang Kondom

Jumat, 21 Oktober 2011

Kondom adalah alat pelindung saat berhubungan seks yang terbuat dari bahan karet seperti lateks atau poliuretan yang salah satu ujungnya terbuka.

Kondom digunakan untuk melindungi orang dari penyakit menular seksual (sexually transmitted disease/STD) seperti AIDS, syphilis dan lainnya. Selain itu juga membantu pasangan untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

Seperti dilansir dari GeniusBeauty,berikut 12 mitos tentang penggunaan kondom:

1. Membeli kondom itu memalukan

Ada beberapa orang yang berpikir seperti itu, membeli kondom adalah hal yang memalukan. Jika Anda malu berkata 'beli kondomnya' kepada penjual, maka Anda dapat membeli kondom di toko swalayan sehingga tak harus malu untuk membelinya.

2. Penularan infeksi atau hamil bisa terjadi bahkan dengan menggunakan kondom

Jika Anda menggunakan kondom dengan benar, maka hal itu dapat meminimalkan risiko tertular penyakit menular seksual atau mencegah kehamilan.

3. Kondom harus dibeli kaum pria

Logikanya memang yang memakailah yang harus membeli. Tapi pada kenyataannya, lebih dari 35 persen konsumen yang membeli kondom adalah wanita.

4. Menggunakan kondom mempengaruhi kenikmatan

Kondom dibuat tipis, elastis dan tahan lama, yang secara praktis tidak menurunkan kenikmatan sama sekali. Selain itu, ada juga kondom yang dilengkapi dengan pelumas terutama dengan bahan dasar air, yang direkomendasikan bagi mereka yang mengalami masalah orgasme.

5. Menggunakan kondom menyakitkan

Hampir semua kondom memiliki silikon atau pelumas berbasis air, yang mencegah rasa sakit saat digunakan. Jika Anda mempunyai pengalaman nyeri saat berhubungan seks, maka Anda seharusnya berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksual, bukan menghubungkan rasa sakit dengan kondom.

6. Seks tanpa kondom lebih sehat karena ada pertukaran hormon

Memang benar, melakukan hubungan seks tanpa kondom dapat mengobati depresi pada wanita. Tapi efek negatif seperti kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi atau penyakit menular seksual bisa saja terjadi, dan ini bisa berakibat lebih tidak sehat.

7. Pasangan menikah bisa melakukan hubungan seks tanpa kondom

Infeksi virus tidak hanya bisa menular melalui hubungan seks yang bergonta-ganti pasangan, tetapi juga dalam transportasi umum, kolam renang, tempat gym, dan lainnya. Dalam jangka panjang, virus Herpes dapat tiba-tiba 'bangun', yang secara pasif dimiliki oleh hampir setiap organisme.

8. Ada dua ukuran kondom, kecil (Asia) dan besar (negara barat)

Kondom dapat dibagi menjadi tiga kelompok tergantung pada ukuran, yaitu 48-50 mm, 51-53 mm, 54-56 mm. Panjang kondom yang khas adalah 19-20 cm.

9. Canggung memberi tahu pasangan bila akan menggunakan kondom

Banyak orang berpikir bahwa jika mereka meminta pasangan mereka untuk menggunakan kondom, mereka akan tersinggung. Pada kenyataannya, usulan tersebut adalah perawatan ekstra pada kesehatan pasangannya. Selain itu, ajang pemakaian kondom, bisa dijadikan momen khusus yang akan meningkatkan keharmonisan hubungan.

10. Menggunakan kondom lebih baik dilengkapi dengan krim, pelumas atau gel

Hal itu tidak benar. Terlepas dari kenyataan bahwa gel dan krim tertentu dapat menyebabkan gatal-gatal, reaksi alergi atau terbakar, mereka juga mungkin memiliki efek yang dapat merusak lateks dan pelumas kondom.

11. Semua kondom memiliki lubang kecil, sehingga tetap dapat menularkan AIDS

Kondom yang memperoleh izin penjualan harus lulus uji hermiticity dan peradangan, yang membuktikan tidak adanya lubang pada kondom.

12. Kondom mengganggu spontanitas seks

Jika Anda dan pasangan setuju untuk menggunakan kondom sejak awal, maka itu tidak akan mengganggu spontanitas seks .

Cara Kerja Sistem Reproduksi Pria

Sabtu, 11 Juni 2011

Apabila kita mengingat masa sewaktu kita kecil dahulu, mungkin sebagian besar dari kita pernah bertanya, bagaimana kita dapat dilahirkan ke dunia ini? bagaimana cara kerja sistem reproduksi kita?
Saat kita dianggap belum cukup umur, pada umumnya secara singkat orangtua akan menjawab bahwa dengan cinta antara ayah dan ibu, kita dapat dengan sendirinya dihasilkan dan dilahirkan.

Jawaban tersebut tidak salah, tetapi banyak dari kita yang terus merasa penasaran dan terpaksa menyimpan rasa keingintahuan tersebut hingga akhirnya kita beranjak dewasa.

Saat mengalami masa pubertas, perubahan yang berhubungan dengan pertanyaan kita sebelumnya akan dialami oleh kita sendiri. Saat itulah, mau tidak mau, secara bertahap kita akan mengerti tentang proses reproduksi manusia dan peristiwa biologis yang terlibat didalamnya.

Tubuh manusia merupakan kumpulan dari sistem organ dengan fungsinya yang khas dan berbeda satu dengan yang lain. Setiap sistem memiliki karakteristik dan fungsi yang unik. Keberadaan seluruh sistem dalam tubuh, menjalankan fungsi kehidupan dari tiap-tiap individu.

Demikian pula dengan sistem reproduksi yang juga memiliki bagian dan fungsi yang unik. Sistem reproduksi terdapat pada tubuh untuk melakukan fungsi manusia dalam berkembang biak. Sistem reproduksi pria berbeda secara anatomis dan fungsinya dengan sistem reproduksi wanita.

Secara medis, sistem reproduksi pria terdiri atas:
1. Buah pelir (Selanjutnya disebut dalam istilah medis: Testis).
2. Saluran-saluran keluar dari sperma yang mengandung spermatozoa.
3. Kelenjar-kelenjar tambahan yang menyusun komposisi sperma.
4. Penis.

Seluruh sistem reproduksi tersebut berkembang sejak seorang anak laki-laki masih dalam kandungan. Dengan dipengaruhi berbagai enzim dan hormon tertentu (Yang ditentukan dengan keberadaan kromosom seks pria : XY), setiap bagian yang membentuk sistem reproduksi pria dewasa mulai terbentuk saat janin masih berusia 2 bulan.

Setelah seorang bayi laki-laki lahir, seiring dengan perkembangan tubuh menjadi semakin dewasa, penis pria pun ikut mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut dapat berupa pembesaran secara fisik, maupun aktivasi dari kelenjar-kelenjar dan sel pembentuk spermatozoa.

Pada masa pubertas, sistem reproduksi pria mengalami pendewasaan penuh hingga diaktifkan seluruhnya. Hal tersebut mengandung arti bahwa seorang pria mulai mampu untuk menjalankan fungsinya dalam berkembang biak bersama-sama dengan seorang wanita.

Agar lebih mudah memahami kerja dari sistem reproduksi, kita bisa menganalogikan sistem tersebut layaknya sebuah pabrik dengan barang yang dihasilkan untuk selanjutnya disitribusikan hingga ke tempat yang ingin dituju.

Secara singkat, hal tersebut dapat digambarkan pada diagram berikut:

Produksi — > Distribusi — >Target

Seluruh proses tersebut memiliki satu tujuan utama yaitu: Membuahi sel telur wanita yang merupakan target dari spermatozoa. Agar mampu mencapai target utama tersebut, spermatozoa harus mampu bergerak cepat melalui saluran reproduksi wanita yang panjang dan berkelok. Agar dapat melakukan hal tersebut, spermatozoa harus diproduksi secara optimal. Hanya spermatozoa yang sehat dan memiliki bentuk normal yang mampu bergerak cepat untuk membuahi sel telur wanita.

Setelah diproduksi, spermatozoa juga harus dihantarkan ke ujung saluran keluar melalui saluran-saluran khusus yang menghubungkan tempat produksi dan saluran keluar spermatozoa. Pada akhirnya, spermatozoa harus melalui saluran reproduksi wanita hingga menemui target yang dituju, yaitu sel telur wanita atau ovum. Seluruh proses tersebut harus berjalan dengan baik sehingga seorang laki-laki mampu membuahi seorang wanita dan memiliki anak.