Di lihat dari judulnya, pasti temen-temen udah tahu, apa sih yang akan di bahas pada postingan kali ini? ahay, yes. Anda benar sodaraku. Yang jelas bukan cara efektif nyatokin rambut berbasis mikrokontroler, kali ini saya mengusung TIPS Pacaran di Bulan Ramadhan! Hmm..cocok banget buat anak muda kaya saya. Saya muda loh...
Sebelumnya TIPS-TIPS saya ini udah bersertifikat paten, biar enggak di klaim Malaysia gitu. Kan lagi musim tuh, klaim mengklaim. Oke, tanpa banyak pemanasan, kita mulai TIPS yang pertamah!!!
1. Dont Touch
Tips ini celaka buat para pacaraners yang hobi banget nyentuh-nyentuh pacarnya. Biasanya laki-laki nih yang hobi, tapi enggak menutup kemungkinan cewek juga doyan. Inti puasa kan menahan hawa nafsu, jadi tahanlah nafsu kamu-kamu buat menyentuh walopun itu berat. tapi, masa berat sih? cuma enggak nyentuh doang kok berat? Kan aktifitas sentuh menyentuh bisa di ganti dengan lomba lari keliling kampung, lebih sehat dan sarat muatan kearifan lokal.
Contoh Kasus :
Setting --> dalam bioskop XXI lagi nonton
Cewek : Mas, tanganmu di jaga dong!! Ini tuh lagi puasa, harus menahan hawa nafsu.
Cowok : Lho? tanganku ndak ngapa-ngapain kok? dua-duanya lagi tak pake ngupil. Lho ini lho, liat!
Cewek : Lha terus yang dikantongku opo? geli-geli semriwing gitu!
Cowok : Lha wong hamster kamu kantongin, yo jelas GELI! Aneh-aneh wae..
Cewek : Oh iyo ding..
Pesan Moral : jangan nyimpen hamster di kantong, bisa mati hamsternya.
2. Hindari berduaan
Temen saya, NurQomaruddin, pernah bilang kalo ada orang berdua-duaan maka yang ketiga adalah syaiton. Nah, supaya nafsu tetap terjaga, kurangi frekuensi berdua-duaan. Ato sebisa mungkin hindari. Biasanya anak muda jaman sekarang pinter-pinter nih, modus berdua-duaannya canggih-canggih. Ada tadarus berdua, pengajian berdua, buka puasa berdua, nonton ceramah KH Zainuddin MZ berdua, dan berdua-dua yang lainnya. Hati-hati, jangan mengotori susu sebelangan gara-gara nila setitik. Enggak asik tau.
Contoh kasus:
Cowok : Hani Bani, ayok kita semarakkan ramadhan kali ini dengan tadarus berdua!
Cewek : Ayok! Kebetulan ini aku lagi di Masjid Nurul Hakim. Ayo kita ngaji sampe 25 Juz!
Cowok : Ya udah Hani Bani, aku kesana yah!
Cewek : Kamu ke Masjid al-mizan ajah.
Cowok : Loh? kok gitu hani Bani? lagian jarak dua masjid itu kan 30 kilo?
Cewek : Iya, jadi nanti kalo aku selese ngaji satu Juz, kamu aku sms. Terus gantian kamu yang ngaji satu Juz.
Cowok : .....
Cewek : esensinya kan berdua? kenapa? protes? enggak suka? enggak mau? putus aja deh kalo gitu...
Pesan Moral : banyak jalan menuju Roma sodaraku.

3. Hindari Bujuk Rayu Gombal Cis Pret
Ini nih, ada pantangan yang dilanggar dalam berpuasa ketika kamu melakukan ritual bujuk rayu cis pret. Biasanya yang cowok-cowok nih yang sering. Oke, pantangan yang di langgar adalah : berbohong. Bujuk rayu Gombal Cis Pret rentan sekali dengan kebohongan. Pacar gemuk dibilang langsing, kecil dibilang efisien, botak dibilang irit, jelek dibilang ganteng dan setia. Daripada berbujuk rayu gombal cis pret, lebih baik kamu alihkan tema pembicaraan ke tema-tema kemanusiaan seperti: gempa di tasik, angka kemiskinan di Indonesia, solusi pencegahan perdagangan anak-anak, dan lain-lain.
Contoh Kasus:
cowok : Dik, kamu kok kelihatan manis dan langsing sih? minum sinzui ya?
cewek : Itu sabun, Bang.
cowok : Oh, ah..intinya kamu cantik banget hari ini. Ehem, kamu tau enggak? indahnya rembulan tak sanggup un..
cewek : Bang, serem ya gempa di tasik kemaren. banyak banget makan korban. Apalagi yang di cianjur tu disertai longsor. Enggak kebayang deh, rasanya gimana. Jiwa sosial saya bergetar, Bang. Ada tuh ya, bang. Seorang cowok yg lagi ngerayu-ngerayu pacarnya gitu, persis kaya kita ginih, terus tiba-tiba ketiban longsor. Mati Bang, MATI!
cowok : *nelen ludah
Pesan Moral : jangan ngerayu di deket area rawan longsor.

4. Be Serious
Nah, jadikan momen ramadhan ini sebagai momen untuk membawa hubungan kalian ke arah yang lebih serius. Jangan disitu-situ aja, jangan biarkan syaiton berkutat dalam hubungan kalian. Segera ambil tanggung jawab secara utuh. Buat yang laki-laki, temuin ortunya dan bilang dengan lantang : ' Saya suka dengan BAPAK. eh, maksudnya Saya suka dengan ANAK BAPAK!' Buat yang cewek, mulailah melakukan perundingan dengan orang tua. 'jadi pah, mah, Rina uda sreg banget ama mas Jono, udah klop kaya perangko ama tukang jual prangko nya. Kita pengin membawa hubungan ini ke arah yang serius..' Ingat, friend. Ramadhan bulan penuh berkah.
Contoh kasus :
Cowok : Bapak, SAYA SUKA DENGAN ANAK BAPAK!! *Berbicara keras dan lantang
Bapak : so?
Cowok : BULAN INI BULAN PENUH BERKAH!! SAYA INGIN MEMINANG ANAK BAPAK!
Bapak : Saya tolak..
Cowok : Lhah? kenapa pak? APA SAYA KURANG DEWASA?
Bapak : tetap saya tolak.
Cowok : Sungguh ter la lu..EMANG KENAPA SIH PAK?
Bapak : KAMU ENGGAK LIAT APA MUKA SAYA BASAH GINI. TELINGA SAYA MASIH BERFUNGSI DENGAN BAIK! KALO NGOMONG MBOK YA NDAK USAH TERIAK-TERIAK, MUNCRATNYA ITU LOH NDAK PAKE ANALISIS..!!
Pesan Moral : harus sopan di depan orang tua.
Empat TIPS saya rasa udah cukup, sesuai dengan program KB yang dua anak cukup. (*enggak nyambung?lanjut) Kalo kebanyakan tips bisa mabok. Kalo mabok bisa batal puasanya. Semoga berguna buat para pacaraners di sana!
- Fokuslah pada hal-hal positif. Sebagian orang memilih untuk memfokuskan diri pada hal-hal positif daripada memikirkan hal-hal yang memicu amarah. Tetapi jika kemarahan Anda tetap menjadi satu kekuatan tersembunyi, akan ada kemungkinan munculnya konsekuensi yang lebih serius seperti depresi. Latihlah diri Anda dengan lebih memikirkan hal-hal yang positif, bersikap baik hati, sabar, dan pemaaf. Pada akhirnya sikap ini merupakan cara yang sehat untuk mengatasi kemarahan.
- Relaksasi. Cobalah untuk mengolah napas Anda dengan lebih teratur. Tariklah nafas dengan dalam agar dapat menghirup banyak oksigen. Oksigen yang masuk ke otak dapat memperlancar aliran darah sehingga dapat membuat Anda sedikit lebih tenang. Anda juga dapat berelaksasi dengan melakukan olahraga kecil. Gerakkanlah badan Anda sedikit agar peredaran darah kembali teratur. Relaksasi juga dapat dilakukan dengan mensugesti diri Anda sendiri dengan ucapan seperti "Tenang, tenang".
- Humor. Memberikan pancingan berupa humor kadang kala dapat meredakan emosi yang mulai mendidih. Kalau ada seseorang yang terasa sedang mengganggu Anda, bayangkan saja kalau dia sedang memakai kostum salah satu super hero dan segala pernak-perniknya, sehingga Anda merasa lucu melihatnya. Humor seringkali mengurangi ketegangan yang sudah menyebar di ruangan yang penuh konfrontasi.
- Diam. Cobalah untuk diam, menenangkan diri, dan lebih mendengarkan. Sudah banyak bukti, bahwa diam sanggup meredam amarah saat bersitegang dengan lawan bicara seperti dalam suasana meeting yang alot. Setelah anda mencoba untuk diam, maka saat berbicara pun Anda akan mengeluarkan kata-kata yang lebih bijak dan dapat memberikan respon yang tepat. Hal ini dapat membuat orang lain belajar kepada Anda.
- Rehat sejenak. Memiliki jadwal waktu untuk sendirian bukan saja berharga, tapi juga penting. Sedikit saja waktu untuk merenung bisa membantu Anda mendapatkan perspektif baru. Lakukanlah juga aktifitas fisik seperti jalan-jalan, menuliskan pemikiran, ngobrol dengan teman, atau mendengarkan musik. Hal ini patut dilakukan karena dapat menyegarkan pikiran Anda.
- Segarkan diri. Ketika Anda merasa amarah sudah benar-benar tidak bisa dikendalikan, pergilah ke wash room. Cucilah muka Anda dengan air dingin. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih segar, nyaman, dan yang pasti terhindar dari amarah.
Mimpi basah tidak membatalkan shaum, karena hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dari orang yang shaum tersebut. Dan dia wajib mandi janabah ketika melihat keluarnya air mani.
Jika seseorang mimpi basah setelah shalat shubuh lalu dia mengakhirkan mandinya hingga menjelang dhuhur maka tidak apa-apa. Demikian pula jika seseorang menggauli istrinya di waktu malam dan dia belum mandi hingga terbitnya fajar, hal itu tidak mengapa, karena disebutkan dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa ketika subuh Nabi masih dalam keadaan junub karena jima (di malam hari), kemudian beliau mandi dan shaum.
Demikian pula halnya dengan orang yang haidh dan nifas, seandainya keduanya telah suci di malam hari lalu baru mandi setelah terbit fajar, hal itu tidak mengapa, shaumnya tetap sah. Akan tetapi tidak boleh bagi keduanya maupun bagi yang junub untuk mengakhirkan mandi atau shalatnya hingga terbit matahari. Wajib bagi mereka untuk bersegera mandi sebelum terbit matahari untuk menunaikan shalat tepat pada waktunya.
Bagi seorang laki-laki hendaknya bersegera untuk mandi janabah sebelum shalat subuh sehingga memungkinkan baginya untuk menghadiri shalat jamaah. Wallahu waliyut Taufiq
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal, edisi Indonesia Fatawa bin Baaz, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, terbitan At-Tibyan รข€“ Solo]
Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1606/slash/0
Marilah kita sama-sama mengucapkan "Marhaban Ya Ramadan".
Mengucapkan "Marhaban Ya Ramadan" (Selamat Datang Ramdhan) dengan ikhlas menunjukkan kita gembira menyambut kedatangan bulan Ramadan yang mulia ini.
Rasulullah sendiri gembira setiap kali kedatangan bulan Ramadan.
Rasulullah mengucapkan "tahniah" kerana kedatangan bulan Ramadan.
Berita gembira itu disampaikan pula kepada sahabatnya sambil bersabda : "Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramdhan, bulan yg penuh keberkatan. Allah memfardukan atas kamu berpuasa. Di dalam bulan Ramadan dibuka segala pintu syurga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh syaitan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barang siapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu, maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan." (Riwayat Ahmad)
"Apabila tiba bulan Ramadan maka dibuka pintu-pintu rahmat." (Riwayat Muslim)
Sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan kerana iman dan ikhlas mengharapkan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampun oleh Allah.” (Riwayat Imam al-Bukhari)
"Sesiapa sempat bertemu Ramadan dan tidak diampun dosanya, maka semakin jauh dia dengan Allah" (Riwayat Ibn Hibban)
Selamat berpuasa dan moga kita semua dirahmati Allah di bulan Ramadan ini.
Marhaban Ya Ramadan.















