Jangan Ganggu Hormon Remaja

Senin, 16 Mei 2011

img
Jakarta, Masa remaja adalah masa peralihan yang membuat sebagian besar orang mengalami krisis mental yang sangat labil. Ketidakseimbangan hormon adalah penyebabnya. Jangan dulu senewen lihat remaja yang labil karena memang hormonnya sedang tidak mau diganggu.

Saat remaja terjadi perubahan hormon yang drastis yang membuat gejolak di dalam tubuhnya. Perubahan hormon yang belum stabil ini membuat remaja gampang mengalami krisis mental yang berdampak besar pada mood (suasana hati) dan perilaku remaja.

Sekarang ini, gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja menjadi sangat umum. Hal ini disebabkan beberapa alasan yang menyebabkan hormonal pasang dan surut secara drastis.

Remaja saat ini lebih banyak terkena bahan kimia dibandingkan remaja zaman dulu, bahkan hingga ratusan bahan kimia. Bahan kimia ini tidak hanya berasal dari lingkungan yang tercemar, tetapi juga sebagai pengawet, pewarna makanan serta bumbu makanan dan minuman.

Bahan kimia juga hadir dalam bentuk pestisida pada buah-buahan dan sayuran, plastik, produk kecantikan, dan lainnya, yang masuk ke sistem tubuh sehingga menyebabkan banyak masalah hormonal. Remaja sekarang cenderung lebih sukan makan junk food daripada harus makan makanan seimbang dan makanan segar.

Penyebab lain gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja adalah stres. Dengan tekanan yang ada di rumah, persaingan di sekolah dan persaingan antar teman membuat remaja berada di bawah tekanan dan stres. Stres ini menyebabkan naik turunnya sekresi hormon dalam tubuh remaja, yang akhirnya menyebabkan ketidakseimbangan.

Stres juga menempatkan tekanan tambahan pada kelenjar adrenal yang mengatur hormon dalam tubuh. Kelenjar ini terganggu oleh tingkat stres yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Ketidakseimbangan ini menyebabkan beberapa masalah emosional serta fisik lainnya yang berkaitan dengan hormon pada remaja.

Kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar kortisol yang menurunkan produksi progesteron. Hal ini menyebabkan retensi lemak yang menyebabkan banyak remaja mendapatkan berat badan berlebih dan meningkatkan peluang obesitas remaja.

Apa jadinya bila hormon remaja tidak seimbang?

Salah satu gejala ketidakseimbangan hormon yang paling umum pada remaja adalah mudah tersinggung. Gejalanya mencakup beberapa perubahan perilaku serta fisik pada remaja. Gejala ini hilang setelah tubuh menyesuaikan perubahan hormon tersebut. Namun, jika gejala-gejala ketidakseimbangan hormon pada remaja terus terjadi untuk waktu yang lama, maka diperlukan perhatian medis.

Gejala lain bila remaja mengalami ketidakseimbangan hormon adalah sebagai berikut, seperti dilansir Buzzle, Selasa (12/4/2011):
  1. Sering sakit kepala dan migrain
  2. Depresi, kebingungan, kecemasan dan pikiran ingin bunuh diri
  3. Sakit punggung
  4. Serangan asma
  5. Perut kembung
  6. Kram perut
  7. Sikap agresif dan mudah marah
  8. Jerawat
  9. Emosi naik turun
  10. Mual
  11. Kejang
  12. Masalah sinus
  13. Memar
  14. Perubahan gairah seks
  15. Pola tidur berlebihan, insomnia kelelahan dan lesu
  16. Suka makan makanan yang garam dan manis.

Apa yang harus dilakukan?

Bila ketidakseimbangan hormon terjadi dalam waktu lama, bisa dilakukan terapi hormon. Hormon progesteron dapat sangat meningkatkan keseimbangan hormon secara keseluruhan. Progesteron membantu menyeimbangkan pengaruh ketidakseimbangan hormon, dan memiliki efek menenangkan pada sistem saraf.

Selain terapi hormon, ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan bila remaja menunjukkan gejala ketidakseimbangan hormon, yaitu:
  1. Makan dengan pola makan seimbang, kurangi junk food dan mulailah hari dengan sarapan sehat
  2. Banyak minum air putih
  3. Kurangi minum soda dan minuman yang manis-manis
  4. Rutin olahraga
  5. Mendapatkan sinar matahari yang cukup pada tubuh setiap hari, terutama sinar matahari pagi sebelum jam 10 dan sore setelah jam 3.
  6. Tidur yang cukup dengan ruangan yang gelap. Matikan televisi, komputer dan gadget sebelum tidur.
  7. Perhatikan bahan kimia yang terdapat pada produk perawatan pribadi, seperti untuk perawatan kulit dan rambut
  8. Waspada terhadap bahaya klorin dan fluoride
  9. Cobalah untuk tidak makan atau minum dari kemasan plastik
  10. Tidak merokok, minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang
  11. Dukungan penuh dari keluarga sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan hormon remaja.
Sumber : health.detik.com

Artikel yang berkaitan



Posting Komentar