SEPUTAR PENYAKIT MENULAR SEX ( PMS )

Selasa, 27 September 2011





Penyakit Menular Seksual adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menular melalui hubungan seks penetratif atau non-penetratif seperti anal, oral dan bahkan kontak dari kulit ke kulit.
Badan Penanganan Penyakit Menular di Amerika Serikat mengidentifikasi lebih dari 50 jenis bakteri dan virus yang dapat menular melalui hubungan seksual. Jenis-jenis penyakit menular seksual (PMS) yang umum diderita orang adalah herpes, sifilis, gonore, klamidia, kutil, dan hepatitis B.
Jika anda pernah melakukan hubungan seks maka anda memiliki risiko terkena salah satu penyakit menular seksual. Risiko anda akan meningkat jika anda sering bergonta-ganti pasangan, melakukan hubungan seks dengan orang yang sering berganti pasangan atau melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

Tanda-Tanda dan Gejala Penyakit Menular Seksual (PMS)

Jika anda berada dalam posisi berisiko tinggi tertular penyakit menular akibat hubungan seksual, maka anda perlu mengetahui gejala-gejala yang mungkin timbul agar anda bisa membedakannya dengan penyakit biasa. Berikut ini tanda-tanda penyakit menular seksual (PMS) yang perlu anda ketahui:
  1. Muncul rasa gatal di alat kelamin.
  2. Keluar cairan dari penis pada pria, dan pada wanita kerap keluar kotoran dari vagina.
  3. Merasa nyeri di daerah kelamin saat melakukan hubungan seksual dan saat buang air kecil.
  4. Pada kasus penularan melalui oral seks, kerongkongan terasa sakit atau rasa terbakar dan kemungkinan muncul luka di tenggorokan.
  5. Pada kasus anal seks, muncul rasa sakit dan nyeri di anus.
  6. Muncul luka berwarna merah tapi tidak sakit di daerah kelamin, kerongkongan, anus atau lidah, tergantung jenis hubungan seksual yang dilakukan ketika tertular penyakit.
  7. Muncul bintik-bintik merah di kulit dan telapak tangan dan kaki terasa bersisik.
  8. Ketika buang air kecil, urin berwarna gelap dan tidak cerah.
  9. Saat buang air besar, feses berwarna terang sementara mata dan kulit sedikit kekuningan.
  10. Muncul lepuh-lepuh pada kulit kelamin yang biasanya akan menjadi koreng.
  11. Kelenjar limfa membengkak, badan demam dan kadang muncul rasa sakit di seluruh tubuh.
  12. Keringat yang sangat banyak di malam hari, berat badan turun drastis dan perasaan lelah yang terus menerus.
  13. Muncul kutil berwarna cerah di daerah alat kelamin.
Jika anda merasa berisiko dan memiliki tanda-tanda penyakit menular seksual sebagaimana tertulis di atas maka kemungkinan besar anda mengidap satu atau beberapa penyakit seksual. Untuk mengetahui jenis bakteri atau virus penyebab penyakit, anda harus ke dokter untuk diagnosa dan pengobatan.
Penyakit menular seksual jika tidak segera diobati dapat menyebar kemana-mana, yang paling sering adalah merusak organ reproduksi dan bisa menghambat anda memiliki keturunan. Contohnya, bakteri klamidia pada wanita dapat menyebabkan kemandulan, virus HPV yang ditularkan melalui oral seks dapat menyebabkan kanker serviks. Pada pria, sifilis dapat menyebabkan kelumpuhan dan kebutaan.
Dokter dapat mendiagnosa penyakit berdasarkan gejala dan tanda-tanda yang muncul, juga dengan memperhatikan urin dan feses penderita. Hasil yang paling akurat adalah dengan pemeriksaan darah. Untuk penyembuhan, dokter biasanya memberikan obat-obatan anti biotik untuk mencegah infeksi terjadi. Selain itu, mengobati penyakit menular seksual bisa dilakukan melalui beberapa metode pengobatan alternatif, salah satunya dengan mengkonsumsi obat-obat tradisional.
Jangan mencium bibir atau melakukan hubungan seksual penetratif dengan orang yang anda curigai mengidap penyakit seksual. Lihat tanda-tanda penyakit menular seksual yang mungkin ada pada tubuh pasangan anda. Jangan melakukan hubungan seks jika pasangan anda sedang dalam tahap perawatan atau pengobatan dari penyakit menular.
Yang penting diketahui, meski setiap penyakit menular memiliki tanda-tanda tersendiri, biasanya tanda-tanda tersebut muncul saat penyakit sudah akut. Dan bahkan beberapa penyakit menular lainnya tidak menunjukkan adanya gejala atau tanda-tanda tertentu.
Buang air kecil dan bersihkan kelamin dengan air dan sabun setelah berhubungan seks untuk membersihkan kelamin dari bakteri yang mungkin menular ke kelamin anda.
Salah satu cara yang ditawarkan medis untuk mencegah penularan penyakit seksual adalah dengan menggunakan kondom saat melakukan vaginal intercourse, anal ataupun ketika seks oral. Kondom memiliki pori-pori yang sangat kecil yang dapat menyaring bakteri berpindah tempat, dan ketipisan kondom juga tidak begitu mengganggu kenikmatan saat berhubungan.
Dan cara paling efektif mencegah tertular penyakit seksual adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan. Lakukan seks hanya dengan pasangan yang tetap akan lebih menjamin kesehatan anda, baik itu kesehatan fisik maupun psikis.

Artikel yang berkaitan



Posting Komentar